Di kalangan masyarakat Arab di zaman
Nabi SAW, mereka memahami betul makna dari syahadatain ini, terbukti dalam
suatu peristiwa dimana Nabi SAW mengumpulkan ketua-ketua Quraisy dari kalangan
Bani Hasyim, Nabi SAW bersabda : Wahai
saudara-saudara, mahukah kalian aku beri satu kalimat, dimana de-ngan kalimat
itu kalian akan dapat menguasai seluruh jazirah Arab. Kemudian Abu Jahal terus menjawab : Jangankan satu kalimat, sepuluh kalimat
berikan kepadaku. Kemudian Nabi SAW bersabda
: Ucapkanlah Laa ilaha illa Allah dan
Muhammadan Rasulullah. Abu Jahal pun
terus menjawab : Kalau itu yang engkau
minta, berarti engkau mengumandangkan peperangan dengan semua orang Arab dan
bukan Arab.
Penolakan Abu Jahal kepada kalimah
ini, bukan kerana dia tidak faham akan makna dari kalimat itu, tetapi justru
sebaliknya. Dia tidak mau menerima sikap
yang mesti tunduk, taat dan patuh kepada Allah SWT sahaja, dengan sikap ini
maka semua orang akan tidak tunduk lagi kepadanya. Abu Jahal ingin mendapatkan loyaliti dari
kaum dan bangsanya. Penerimaan syahadah
bermakna menerima semua aturan dan segala akibatnya. Penerimaan inilah yang sulit bagi kaum
jahiliyah mengaplikasikan syahadah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar